Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyambut hangat dan berbincang dengan tiga finalis Lomba Mendongeng Hari Bhayangkara ke-80: Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa, serta Gilang di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Ketiganya berbagi cita-cita menjadi dokter hingga anggota Polri. [Foto: Divisi Humas Polri]
JAKARTA, Lintasper.com – Momen hangat dan penuh inspirasi tercipta di Jakarta, Selasa (11/8/2026), ketika tiga anak berbakat mendapatkan kesempatan istimewa untuk tampil mendongeng secara langsung di hadapan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Ketiga anak tersebut adalah Faiha Samaira Khansa, Violina Firdausa yang akrab disapa Vio, serta Gilang. Mereka bertiga merupakan para finalis yang telah lolos ke babak puncak dalam Lomba Mendongeng yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.
Kegiatan ini secara resmi diselenggarakan oleh Divisi Hubungan Masyarakat Polri dengan mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”. Tema ini bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan nyata bahwa kehadiran institusi kepolisian senantiasa berakar dan berdekatan dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa yang paling berharga. Lomba mendongeng ini sendiri dirancang sebagai wadah untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian berbicara, serta rasa percaya diri anak-anak, sekaligus mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kebenaran, dan kebijaksanaan melalui kisah-kisah yang mereka sampaikan.
Setelah selesai menampilkan kemampuan mendongengnya dengan penuh semangat, ketiga anak ini tidak langsung berpisah. Mereka berkesempatan duduk bersama dan berbincang secara akrab serta santai bersama Kapolri. Dalam percakapan yang hangat tersebut, mereka berbagi cerita tentang kehidupan sekolah, keseharian di rumah bersama keluarga, hingga harapan-harapan besar dan cita-cita yang ingin mereka wujudkan saat dewasa nanti.
Faiha Samaira Khansa mengungkapkan keinginan hatinya untuk kelak tumbuh menjadi seorang dokter. Ia bercita-cita agar dapat membantu banyak orang yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan, serta menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Sementara itu, Violina Firdausa atau Vio memiliki keinginan yang istimewa: ia bercita-cita menjadi anggota Polri. Keinginan ini menunjukkan betapa nilai pengabdian, perlindungan, dan keadilan yang dijunjung tinggi institusi Polri telah menanamkan inspirasi sejak dini di hati anak-anak. Adapun Gilang, dengan kelembutan hatinya, menginginkan dirinya menjadi dokter spesialis anak. Ia berharap kelak dapat menjaga kesehatan dan merawat anak-anak lain agar mereka dapat tumbuh kuat, sehat, dan bahagia.
Mendengar ketiga anak itu berbicara dengan tulus dan penuh keyakinan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi yang mendalam serta motivasi yang membekas di hati. Beliau mengajak mereka untuk senantiasa tekun dan rajin menuntut ilmu, menjaga kesehatan tubuh serta pikiran dengan baik, dan tidak pernah menyerah untuk terus mengejar cita-cita yang telah mereka impikan. Kapolri menegaskan bahwa setiap mimpi yang didasari niat baik dan diiringi kerja keras, pasti akan menemukan jalan untuk terwujud.
Pertemuan sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti nyata perhatian besar yang dimiliki Polri terhadap dunia anak. Hal ini bukan hanya soal memberikan penghargaan atas keberhasilan dalam lomba, melainkan membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berkreasi, menumbuhkan kepercayaan diri, serta berani bermimpi tanpa batas.
Melalui momen berharga ini, Polri juga menegaskan pesan yang mendalam: mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh adalah hal yang sangat penting. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga setiap langkah untuk membimbing, mendukung, dan memberi mereka kesempatan berkembang adalah investasi terbaik bagi masa depan Indonesia. Semangat yang ditunjukkan ketiga anak ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di seluruh negeri untuk berani berbicara, berkreasi, dan berjuang mewujudkan mimpi-mimpi terbaik mereka. (Red/M.Giawa)**





