Kabacadnas Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema memimpin upacara pembukaan Latihan Sarmil Komponen Cadangan ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II TA 2026 di Halim, Jakarta, Senin 24 Agustus 2026. Sebanyak 2.065 ASN dari berbagai kementerian/lembaga mengikuti latihan hingga 8 Oktober 2026. Kegiatan bertujuan memperkuat Sistem Pertahanan Negara melalui kesiapan seluruh komponen bangsa, membentuk ASN profesional berkarakter Bela Negara dan menjunjung nilai BerAKHLAK. (Foto: Dokumen Kementerian Pertahanan RI)
JAKARTA, Lintaspers.com — Kepala Badan Akademi Staf Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan), Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, secara resmi memimpin upacara pembukaan Latihan Sarmil (Latsarmil) Komponen Cadangan Aparatur Sipil Negara (Komcad ASN) Kementerian/Lembaga Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di kawasan Halim, Jakarta, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Sebanyak 2.065 orang Aparatur Sipil Negara yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia turut mengikuti pelatihan ini. Para peserta akan mengikuti rangkaian latihan yang direncanakan berlangsung hingga 8 Oktober 2026, dengan tujuan membentuk komponen cadangan yang tangguh, siap siaga, dan mampu memperkuat sistem pertahanan negara secara menyeluruh.

Dalam sambutan Menteri Pertahanan yang dibacakan oleh Kabacadnas, ditegaskan bahwa pembentukan Komcad ASN merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk terus memperkuat Sistem Pertahanan Negara melalui kesiapan seluruh komponen bangsa. Latsarmil ini diharapkan dapat membentuk ASN yang tidak hanya profesional dan berintegritas tinggi, tetapi juga memiliki karakter Bela Negara yang kuat serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN, yaitu BerAKHLAK.

Keberagaman latar belakang profesi serta keahlian khusus yang dimiliki oleh para peserta — yang berasal dari berbagai instansi pemerintah — justru menjadi kekuatan utama dalam memperkokoh semangat kebangsaan. Hal ini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional dalam mendukung pertahanan negara, karena setiap individu membawa pengetahuan dan keterampilan yang berbeda-beda untuk disatukan dalam satu tujuan bersama: menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Langkah ini menunjukkan komitmen Kementerian Pertahanan dalam membangun sistem pertahanan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan militer semata, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara, sebagai komponen cadangan yang strategis dan berperan penting dalam menjaga ketahanan nasional. Baca Juga Kapolda Herry Heryawan Tanam Pohon Gaharu Bersama Refly Harun
Sumber: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia — 24 Agustus 2026
[Red/LP/Mr.GiaWa]





