
KATHMANDU, Lintaspers.com — Kepala Eksekutif Otoritas Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional Nepal, Dharam Raj Uprety, menyampaikan data terbaru mengenai dampak banjir besar yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut telah mencapai 750 orang, sementara lebih dari 3.000 orang lainnya dilaporkan masih hilang. Ancaman terjadinya banjir susulan masih nyata dan terus diwaspadai oleh pihak berwenang.
Angka tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya dampak bencana alam yang melanda kedua negara. Ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, maupun anggota keluarga. Wilayah-wilayah yang terdampak mengalami kerusakan parah pada infrastruktur, akses jalan, serta fasilitas umum, sehingga upaya pencarian dan pertolongan kepada korban pun menjadi semakin sulit.
Pihak berwenang di Nepal dan Tiongkok terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk operasi pencarian, pertolongan, dan evakuasi warga yang masih terjebak. Meski demikian, tantangan cuaca dan kondisi medan yang sulit memperlambat proses penanganan bencana. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan berupaya memberikan bantuan darurat kepada para pengungsi, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara, makanan, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Sementara itu, peringatan dini terkait kemungkinan banjir susulan tetap berlaku. Masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah berisiko diimbau untuk tetap waspada dan siap dievakuasi sewaktu-waktu jika kondisi memburuk. Situasi masih terus dipantau secara ketat oleh pihak berwenang, dan data jumlah korban kemungkinan masih akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.
Kita turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah besar yang menimpa saudara-saudara kita di Nepal dan Tiongkok. Semoga para korban yang hilang segera ditemukan, dan masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan serta pemulihan.
Sumber: Framing Newstv — 30 Agustus 2026
Editor: Red/LP/Mr.GiaWa.





