Airlangga Hartarto Terima Kunjungan Gubernur Guangdong Meng Fanli di Jakarta — Bahas Investasi Kendaraan Listrik Transfer Teknologi UMKM 28 Agustus 2026
JAKARTA, Lintaspers.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan kehormatan sekaligus audiensi dari Hon. Mr. Meng Fanli, Gubernur Provinsi Guangdong, Tiongkok. Pertemuan bilateral yang berlangsung di Jakarta ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara melalui kerja sama yang lebih konkret, mendalam, dan tentunya saling menguntungkan bagi Indonesia maupun Tiongkok.

Provinsi Guangdong dikenal sebagai salah satu pusat utama perekonomian, industri, dan pengembangan teknologi paling strategis dan berpengaruh di Tiongkok. Kedatangan Gubernur Meng Fanli beserta rombongan membuka ruang diskusi yang luas dan mendalam untuk memetakan berbagai peluang baru dalam memperkuat kerja sama ekonomi yang nyata dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah sektor prioritas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama, antara lain:

– Peningkatan nilai investasi dan volume perdagangan kedua negara
– Sektor manufaktur dan pengembangan industri pengolahan
– Kendaraan listrik beserta seluruh ekosistem pendukungnya
– Energi baru dan energi terbarukan
– Teknologi digital dan transformasi digital
– Pengembangan kawasan industri dan infrastruktur pendukung

Lebih jauh, Indonesia juga menyampaikan harapan dan arahan agar kerja sama dengan Guangdong tidak hanya berhenti pada penanaman modal semata. Pemerintah Indonesia mendorong agar hubungan ini juga menghasilkan transfer teknologi, penguatan struktur industri dalam negeri, penciptaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas, serta keterlibatan aktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia dalam rantai pasok global. Dengan demikian, kehadiran investasi dari Guangdong di Indonesia dapat memberikan dampak yang berkelanjutan, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga dalam peningkatan kapasitas dan kemandirian bangsa.

Kerja sama yang berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan berkeadilan ini diharapkan dapat menjadi model kemitraan yang produktif, di mana Indonesia tidak hanya menjadi pasar dan lokasi produksi, tetapi juga tumbuh bersama melalui peningkatan kemampuan teknologi, industri, dan partisipasi pelaku ekonomi rakyat dalam panggung dunia. Semoga pertemuan ini menjadi awal dari langkah-langkah konkret yang membawa manfaat nyata bagi rakyat kedua negara, serta memperkokoh hubungan persahabatan dan kerja sama Indonesia–Tiongkok di masa mendatang. BACA JUGA…. Wamenko Polkam: 79 Kantor Pemerintah Rusak Berat Diprioritaskan – 11.143 BTS Kembali 100%
Sumber: Akun Media Sosial Resmi Airlangga Hartarto — 28 Agustus 2026
[Red/LP/Mr.GiaWa]





