Oplus_16908288
👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
MALANG, LINTASPERS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk menghapus kelaparan, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrem di tanah air. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran secara menyeluruh, bahkan membuka kemungkinan penyesuaian anggaran pertahanan maupun kepolisian jika diperlukan.
Hal ini disampaikan Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem. Insyaallah kita akan wujudkan. Kita akan hemat dan efisienkan anggaran. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran kepolisian kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Presiden.
Langkah ini ditempuh sebagai persiapan menuju masa depan Indonesia yang diproyeksikan menjadi salah satu kekuatan besar dunia pada kurun 2045–2050. Presiden menekankan cita-cita tersebut hanya bisa tercapai jika generasi muda saat ini dipersiapkan dengan layak.
“Anak yang sekarang berusia 10 tahun, 25 tahun lagi akan menjadi tulang punggung bangsa. Jika kita tidak mengurus mereka sekarang, bagaimana Indonesia bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia?” ujarnya.
Presiden juga menegaskan definisi pertahanan negara yang sesungguhnya. Kekuatan bangsa tidak hanya dilihat dari sisi pertahanan semata, melainkan dari kesejahteraan rakyatnya.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera. Jika ada yang mengganggu bangsa ini, seluruh rakyat akan membela. Oleh karena itu, TNI dan Polri harus senantiasa berada di tengah masyarakat, di tengah petani dan nelayan,” jelas Presiden.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas kerja nyata TNI dan Polri yang telah membangun ribuan jembatan, titik air, serta membantu mengatasi kesulitan warga di berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa TNI dan Polri adalah milik rakyat, sehingga segala upaya harus diarahkan untuk membantu dan meringankan beban masyarakat. “TNI dan Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus menjadi perhatian dan harus kita atasi bersama,” pungkas Presiden.
Sumber: BPMI Setpres, 17 Juli 2026
Red/M.Giawa