Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin 24 Agustus 2026. Dalam rapat dipaparkan total 16.277 hektare terdampak, tersisa 900 hektar perlu dituntaskan. Presiden keluarkan 6 langkah tegas penanganan Karhutla. (Foto: Setkab RI)
PEKANBARU, Lintaspers.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, pada Senin, 24 Agustus 2026. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPBD menyampaikan laporan perkembangan penanganan kebakaran yang terjadi sepanjang Januari–Agustus 2026.

Dari total luasan terdampak mencapai 16.277 hektare, saat ini tersisa sekitar 900 hektare yang masih harus segera dituntaskan. Angka ini menunjukkan kemajuan yang telah dicapai, namun upaya pemadaman dan pencegahan tetap harus diperkuat agar tidak meluas kembali.
Presiden Prabowo kemudian menekankan enam langkah strategis yang harus segera diperkuat seluruh pihak guna memastikan penanganan Karhutla berjalan tuntas sekaligus mencegah kejadian serupa terulang:

– Menuntaskan dengan segera sekitar 900 hektare Karhutla yang tersisa di Riau
– Menindaklanjuti setiap titik panas (hotspot) sejak dini agar tidak berkembang menjadi titik api
– Memperkuat edukasi masyarakat bahwa pembakaran lahan dilarang keras
– Membantu masyarakat membuka lahan secara terorganisasi dan tidak membakar
– Menyelidiki setiap indikasi pembakaran lahan yang dilakukan secara disengaja
– Mencabut izin korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan

Presiden menegaskan pemerintah akan terus memperkuat penanganan Karhutla secara menyeluruh — mulai dari pencegahan, tindakan cepat di lapangan, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan hukum yang tegas. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Sumber: Akun Resmi Setkab RI — 24 Agustus 2026
[Red_Lp/Mr. GiaWa]




