👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
PEKANBARU, Lintaspers.com – Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi meluncurkan gerakan kepedulian lingkungan dan kemanusiaan berskala besar di wilayah pesisir. Mengusung misi kebangsaan, Polda Riau menggelar Apel Kesiapan Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).
Dilansir dari unggahan resmi akun Facebook Bid Humas Polda Riau, Sabtu siang, apel kesiapan ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Agenda strategis dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Riau, Forkopimda Kota Pekanbaru, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau.
Dalam amanatnya, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menegaskan bahwa ekspedisi kemanusiaan ini dirancang khusus untuk menjangkau 17 desa yang masuk dalam kategori wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Demi memastikan misi berjalan optimal, Polda Riau menerjunkan 8 tim khusus yang diperkuat oleh 81 relawan dan didukung armada sebanyak 45 kendaraan.
“Ekspedisi ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian Polri di tengah masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, pulau terluar, dan perbatasan Provinsi Riau,” ujar Irjen Pol. Herry Heryawan melalui keterangan tertulis yang dirilis Humas Polda Riau.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua tersebut menjelaskan bahwa Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi tidak hanya membawa misi sosial, tetapi juga membawa misi lingkungan melalui implementasi konsep Green Policing. Selama berada di wilayah sasaran, tim akan berfokus pada sejumlah aksi nyata, di antaranya penanaman pohon mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir, pembagian bendera Merah Putih guna menggelorakan semangat nasionalisme, serta penyerahan bantuan sosial (bansos).
Selain itu, guna mendukung produktivitas dan perekonomian warga lokal yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, tim juga membagikan mesin ketinting. Ruang komunikasi dengan masyarakat setempat pun tetap dibuka lebar melalui agenda dialog kebangsaan demi menjaga stabilitas dan rasa aman di wilayah perbatasan.
Acara puncak apel ditandai dengan pelepasan resmi seluruh armada dan personel tim ekspedisi oleh Kapolda Riau bersama unsur Forkopimda. Pelepasan ini menandai dimulainya pergerakan dan pengabdian para relawan menuju titik-titik terjauh di wilayah hukum Polda Riau. (LP:M.Giawa)
Sumber:Resmi Bid Humas Polda Riau