Oplus_16908288
👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
ROKAN HULU, Lintaspers.com – Pemerintah Desa Aliantan, Kecamatan Kabun, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di sektor kesehatan. Berdasarkan hasil pendataan yang dipaparkan dalam Musyawarah Desa (Musdes) Rembug Stunting Tahun 2026, tidak ditemukan satu pun bayi maupun balita yang mengalami stunting di wilayah tersebut.
Musdes yang digelar pada Rabu (15/7/2026) itu dihadiri Camat Kabun, Kepala Puskesmas Kabun, Kepala Desa Aliantan Marsal, Ketua BPD Zulkani beserta anggota, Babinsa, Bhabinkamtibmas Aipda Eddy S. Tampubolon, Bidan Desa, Ketua TP-PKK Desa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, para Kepala Dusun, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, kader Posyandu, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Dalam pemaparannya, KPM Desa menyampaikan hasil pendataan balita yang menunjukkan Desa Aliantan berhasil mempertahankan nol kasus stunting. Capaian tersebut dinilai sebagai buah dari sinergi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap pemantauan tumbuh kembang anak.
Meski demikian, forum Musdes juga mengidentifikasi masih adanya sebagian orang tua yang belum rutin membawa balitanya ke Posyandu. Kondisi itu menjadi perhatian bersama karena dikhawatirkan dapat menghambat deteksi dini apabila terjadi gangguan pertumbuhan pada anak.
Kepala Desa Aliantan, Marsal, menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan nol kasus stunting tidak boleh membuat semua pihak lengah. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus dilakukan secara konsisten melalui pemeriksaan rutin di Posyandu.
«”Alhamdulillah, saat ini Desa Aliantan tidak memiliki balita stunting. Namun jangan sampai kita terlena. Orang tua harus rutin membawa anak ke Posyandu agar pertumbuhan, berat badan, tinggi badan, dan status kesehatannya terus dipantau. Pencegahan lebih baik daripada penanganan,” tegas Marsal.»
Sementara itu, Camat Kabun mengapresiasi capaian Desa Aliantan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komitmen bersama dalam pencegahan stunting.
«”Stunting adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, RT/RW hingga tokoh masyarakat harus terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu. Dengan begitu, tumbuh kembang anak dapat dipantau sejak dini dan kualitas generasi masa depan akan semakin baik,” ujarnya.»
Melalui Musdes Rembug Stunting Tahun 2026, Pemerintah Desa Aliantan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui edukasi, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, serta penguatan kolaborasi lintas sektor demi mempertahankan status nol kasus stunting dan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas.