Oplus_16908288
👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
JAKARTA, Lintaspers.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 miliar sepanjang tahun 2025. Angka keuntungan tersebut dinilai sangat kecil mengingat perusahaan dipercaya pemerintah mengelola lahan seluas 4,11 juta hektare yang merupakan aset negara.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menjelaskan rendahnya laba bukan disebabkan potensi bisnis yang lemah, melainkan karena besarnya beban transisi operasional dan pembenahan tata kelola aset yang diwarisi dari masa sebelumnya.
“Laba kami memang tidak banyak karena perusahaan ini dulunya berasal dari perusahaan karya yang bermasalah, sehingga saat ini baru mencapai Rp2,7 miliar,” ujar Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Sejak berdiri sebagai entitas baru, sebagian besar energi perusahaan difokuskan untuk melakukan konsolidasi organisasi, pembenahan sistem tata kelola, hingga penataan aset yang berasal dari hasil penegakan hukum.
Meski demikian, Ghani memastikan kinerja operasional mulai menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, capaian belum memenuhi target, namun selisihnya terus menyempit setiap bulan.
“Kalau di Maret kita hanya separuh dari target, bulan Mei sudah tinggal 25 persen. Juni mungkin tinggal 15 persen dan bulan Agustus kita sudah akan mencapai target,” katanya optimistis.
Berdasarkan data perusahaan, dari total 4,11 juta hektare lahan yang tersebar mulai dari Aceh hingga Papua, sekitar 1,7 juta hektare telah masuk dalam tahap penyerahan dan telah diverifikasi.
Namun, dari luas lahan yang sudah terverifikasi tersebut, hanya sekitar 729.677 hektare yang telah ditanami kelapa sawit. Sisanya masih berupa lahan non-sawit. Sementara itu, sekitar 2,5 juta hektare lainnya masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.