
KAMPAR — Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing dalam menghadapi penyebaran informasi di media sosial. Seruan tersebut disampaikan saat kegiatan Sholat Subuh Keliling di Masjid Ubudiyah, Jalan Prof. M. Yamin, S.H., Kecamatan Bangkinang Kota, pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 04.40 WIB.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Polisi Bersama Masyarakat ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Kampar, Kompol Rizki Hidayat. Turut hadir para pejabat utama Polres Kampar, personel Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam), Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), serta Satuan Kewaspadaan dan Keamanan (Sikeu). Turut hadir pula tokoh masyarakat, tokoh agama, pengurus masjid, dan sekitar 100 jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah secara tertib dan khidmat.

Setelah pelaksanaan sholat subuh berjamaah dan pembacaan doa bersama, Wakapolres Kampar menyampaikan pesan-pesan keamanan dengan fokus utama pada bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks. Beliau menjelaskan asal-usul istilah hoaks dan perkembangannya seiring masifnya penggunaan gawai di tengah masyarakat, mengingat Indonesia berada di peringkat ketiga dunia sebagai pengguna telepon seluler terbanyak. Beragam motif penyebaran hoaks juga dipaparkan, mulai dari kepentingan ekonomi, politik, hingga gangguan sosial-budaya di tengah masyarakat.
“Program Subuh Keliling adalah sarana kami mendekatkan diri dengan warga. Kami ingin mengingatkan, jangan langsung percaya informasi yang muncul di media sosial. Terapkan prinsip saring sebelum sharing, lakukan tabayyun dan cek kebenaran dari sumber resmi sebelum membagikannya,” ujar Kompol Rizki Hidayat.

Pesan utama yang disampaikan: Wakapolres Kampar Saring Sebelum Sharing Lawan Hoaks agar masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya. Beliau menambahkan bahwa penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, memicu konflik, mengadu domba antarwarga, serta merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, masyarakat diajak berperan aktif dalam melawan penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta melaporkan informasi yang mencurigakan melalui layanan call center 110 kepolisian.
Kampanye saring sebelum sharing ini sejalan dengan upaya Polri membangun kesadaran masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Di era digital saat ini, setiap warga berperan penting sebagai penyaring informasi di lingkungan masing-masing. Melalui pendekatan yang humanis di masjid, pesan ini diharapkan dapat tersampaikan secara langsung dan menyentuh kesadaran masyarakat. Jika menemukan informasi yang mencurigakan, masyarakat dapat menghubungi layanan call center kepolisian di nomor 110 untuk verifikasi lebih lanjut. Semoga langkah kecil ini memperkuat ketahanan informasi kita bersama.
Ke depannya, Polres Kampar berkomitmen terus rutin menggelar kegiatan serupa di berbagai kecamatan guna memperkuat jaring pengaman informasi di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi kepolisian dan warga, diharapkan berita bohong tidak lagi mudah menyebar dan menimbulkan keresahan. Mari kita jaga lingkungan digital kita bersama dengan bijak dan bertanggung jawab.
Di era digital saat ini, kecepatan penyebaran informasi tidak diimbangi dengan kecepatan verifikasi fakta. Banyak informasi yang beredar belum tentu benar, namun sudah terlebih dahulu dipercaya dan disebarluaskan. Oleh karena itu, sikap kritis dan kehati-hatian setiap warga menjadi benteng paling utama dalam menangkal berita yang merugikan. Masyarakat diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi penyaring yang bijak sebelum membagikannya kepada orang lain. Jika menemukan informasi yang mencurigakan, silakan hubungi layanan kepolisian di nomor 110 untuk verifikasi lebih lanjut.




