Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si saat membuka Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar periode 2026–2029, Kamis (15/10/2026). — Foto: Diskominfo Kampar
Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti buka Konferkab VIII PWI Kampar di Stanum Resort Bangkinang, Kamis 15 Oktober 2026. Ia tegaskan pers merupakan mitra strategis pembangunan daerah.
BANGKINANG KOTA, — Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si, membuka secara resmi Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar yang kedelapan, di Stanum Resort Bangkinang, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pembangunan yang tak tergantikan.
Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan informasi yang akurat dari media massa. Wakil Bupati menyampaikan bahwa pemerintah sangat membutuhkan kritik dan kontrol yang membangun antara pemerintah dan masyarakat, khususnya melalui kehadiran PWI Kabupaten Kampar.
“Saya menginginkan seluruh wartawan di Kampar ini mengkritik yang membangun dan menjaga sinergi. Mari kita bangun Kampar bersama demi mewujudkan pembangunan yang adil untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap insan pers dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbeda dengan informasi yang beredar di media sosial, karya jurnalistik lahir melalui proses verifikasi yang ketat dan berpegang teguh pada kode etik profesi.
“Wartawan bekerja berdasarkan etika jurnalistik dan mekanisme penyaringan informasi yang ketat. Tidak asal unggah seperti yang kerap kita jumpai di media sosial,” imbuhnya.
Karena proses kerja yang profesional inilah, tingkat kepercayaan publik terhadap informasi dari media massa tetap lebih tinggi dibandingkan informasi yang tidak jelas sumbernya.
Wabup Misharti juga mengajak seluruh anggota PWI Kampar untuk senantiasa menjadi penjernih informasi di tengah derasnya arus berita bohong atau hoaks. Pers diharapkan tetap mengawal pembangunan secara kritis namun konstruktif, serta turut mengangkat potensi daerah melalui karya jurnalistik yang berkualitas.
“PWI harus menjadi penjernih di tengah derasnya arus hoaks. Insan pers tetap menjunjung tinggi kode etik, mengawal pembangunan secara kritis namun konstruktif, serta turut mengangkat potensi daerah melalui karya jurnalistik,” tandasnya.
Pihaknya juga berkeinginan rutin menggelar pertemuan silaturahmi dalam bentuk Coffee Morning bersama rekan-rekan wartawan, bersama Bapak Bupati Kampar di waktu yang tepat nanti.
“Insyaallah kami berkeinginan Coffee Morning bersama kawan-kawan wartawan semua dan kita tunggu waktu yang tepat bersama Bapak Bupati Kampar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Kampar, Syawal, mengajak seluruh anggota organisasi untuk senantiasa menjaga soliditas menjelang proses pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2029.
“PWI adalah rumah besar yang independen dan bermartabat. Siapapun yang terpilih nantinya adalah pemimpin bersama yang harus kita dukung,” cetusnya.
Konferkab VIII ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru untuk masa jabatan tiga tahun ke depan, tetapi juga momentum untuk merumuskan program kerja yang lebih inklusif dan profesional bagi perkembangan dunia pers di Kabupaten Kampar.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika serta Persandian Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe, S.Sos., M.Si., perwakilan Kejaksaan Negeri Kampar, perwakilan Kepolisian Resor Kampar, serta perwakilan PWI Provinsi Riau yang diwakili Syaref Dayan beserta rombongan, dan seluruh anggota PWI Kabupaten Kampar.
Baca juga >>Kapolda Riau: Jangan Tunggu Viral, Layani Masyarakat Secara Cepat – 1
Sumber: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kampar / IsN
Editor: Mr.GiaWa.







