
JAKARTA – Penguatan sinergi lintas sektoral menjadi langkah kunci dalam menanggulangi ancaman narkotika. Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dalam audiensi bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) beserta jajarannya, pada Selasa (29/9/2026) di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, memaparkan sejumlah program unggulan lembaga, antara lain ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika), Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN), layanan rehabilitasi keliling, rehabilitasi jarak jauh melalui jaringan daring, serta Pusat Panggilan BNN nomor 184.
“Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam menyebarluaskan pesan-pesan pencegahan narkotika sekaligus mendorong langkah kerja sama yang nyata antara BNN dan Bakom RI,” ujar Suyudi Ario Seto.

Ia juga menegaskan kembali arahan Presiden Republik Indonesia saat peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), agar seluruh elemen bangsa tidak membiarkan BNN berjuang sendirian menghadapi ancaman ini.
Salah satu isu serius yang menjadi sorotan utama adalah peredaran cairan rokok elektrik atau vape. Hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Narkotika BNN menunjukkan dari 1.745 sampel yang diuji, sebanyak 1.716 sampel positif mengandung zat narkotika dan Zat Psikoaktif Baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Sebanyak 1.552 di antaranya terdeteksi mengandung etomidate.

Merespons hal tersebut, Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menegaskan komitmennya untuk mengangkat isu ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk mendorong agar perang melawan narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden.
Di akhir pertemuan, Muhammad Qodari menyampaikan akan segera mengadakan pembahasan internal guna menyusun bentuk kerja sama yang konkret serta menindaklanjuti langkah nyata bersama BNN. >>Wabup Misharti Hadiri Wisuda Sarjana Angkatan X IDAQU Payakumbuh –
Sumber: Biro Humas dan Protokol BNN
Editor: Red/Lp/Mr.GiaWa





