
INDRAGIRI HULU, Lintaspers.com — Prajurit Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui Kodim 0302/Indragiri Hulu bersama tim gabungan terus melaksanakan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan penyangga Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, pada Selasa, 1 September 2026.
Tim gabungan terus menyisir kawasan terdampak seluas 471,39 hektare guna memastikan titik-titik yang masih memerlukan penanganan segera dapat dipadamkan dan didinginkan secara menyeluruh. Langkah ini sekaligus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api akibat bara yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan. Baca juga….Kapolda Riau Patroli Udara, Pastikan Karhutla Pelalawan Ditangani Hingga Tuntas –
Operasi ini melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, Polres Inhu, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pihak PT Teso. Di lapangan, tim mengoperasikan mesin pompa Mars-3 dan Mini Striker yang didukung nozel, konektor, selang isap, serta selang pemadam untuk menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan.
Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Sebagian lokasi berada lebih jauh di dalam kawasan hutan sehingga petugas harus membuka jalur untuk mempercepat akses. Angin kencang, cuaca panas, serta terbatasnya sumber air juga menjadi faktor yang terus diantisipasi selama operasi berlangsung.

“Tim pemadaman saat ini masih terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan, sekaligus membuat jalur akses menuju titik api maupun titik asap,” demikian laporan petugas dari lapangan.
Pada operasi sebelumnya, pemadaman dan pendinginan telah dilakukan pada area sekitar 59,2 hektare. Penyisiran kemudian dilanjutkan secara bertahap untuk memastikan area yang telah ditangani tetap dalam kondisi terkendali. Tim gabungan terus bekerja secara terpadu dengan mengutamakan efektivitas dan keselamatan personel. Pendinginan dan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah pencegahan agar api tidak kembali muncul dan penanganan Karhutla di wilayah tersebut berjalan optimal.
Sumber: Pendam XIX/Tuanku Tambusai — 1 September 2026
Editor: Red/LP/Mr.GiaWa





