Suasana penanganan medis siswa yang diduga mengalami keracunan di salah satu Puskesmas wilayah Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Rabu (19/8/2026). Puluhan siswa tampak mendapat perawatan usai diduga mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis. Peristiwa ini viral di media sosial, redaksi belum meninjau lokasi langsung dan belum konfirmasi resmi ke pihak berwenang. (Foto: Tangkapan Layar Media Sosial / Warganet)
TAPUNG HULU, KAMPAR, Lintaspers.com — Beberapa cuplikan Video memperlihatkan Siswa SMK N1 korban dugaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar luas di akun media sosial warganet memperlihatkan situasi puluhan siswa yang mendapat penanganan medis di Puskesmas Suka Ramai maupun Puskesmas Tapung, diduga setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini turut diberitakan oleh sejumlah media online.Rabu, 19 Agustus 2026
Berita ini disusun berdasarkan rekaman visual dan keterangan yang terdapat dalam video yang beredar di media sosial. Redaksi belum meninjau lokasi langsung dan belum melakukan konfirmasi langsung kepada Wakil Bupati Kampar maupun pihak terkait. Jika terdapat klarifikasi resmi, berita ini akan diperbarui.
Dalam cuplikan video berdurasi 1 menit 33 detik yang diunggah di media sosial, terlihat sosok yang disebut sebagai Wakil Bupati Kabupaten Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. berada di lokasi perawatan dan memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Berdasarkan narasi yang terdengar dalam video tersebut, dikatakan: “Benar telah terjadi peristiwa dugaan keracunan yang menimpa siswa usai menerima makanan Program Makan Bergizi Gratis. Saat ini ada sekitar puluhan siswa sedang dilakukan perawatan di Puskesmas Tapung maupun Puskesmas Suka Ramai. Alhamdulillah kondisinya mulai terkendali.”
Dalam video tersebut juga disebutkan adanya arahan untuk segera menelusuri penyebab peristiwa. Berdasarkan visual dalam video yang beredar, terlihat suasana padat di Puskesmas Suka Ramai. Belasan hingga puluhan pelajar dengan seragam sekolah tampak lemas, dipapah rekan maupun keluarga, hingga terbaring di ranjang perawatan. Disebutkan jumlah korban yang mendapat penanganan medis mencapai sekitar puluhan siswa.
Peristiwa yang viral ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Warganet yang berkomentar meminta agar pihak berwenang segera melakukan penelusuran menyeluruh, termasuk pengambilan sampel makanan untuk uji laboratorium, guna memastikan penyebab pasti dan mencegah peristiwa serupa terulang.
“Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Harus ada penelusuran transparan agar tahu penyebab pastinya dan tidak terulang lagi,” demikian di antara banyaknya komentar warganet di kolom unggahan video tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola maupun vendor penyedia Program Makan Bergizi Gratis di lokasi tersebut belum dapat dimintai keterangan resmi. Redaksi sedang berupaya menghubungi pihak berwenang untuk konfirmasi lebih lanjut.
Sumber: Video akun media sosial warganet / Facebook @sorotan, / sejumlah media online.Red/Mr.Giawa_





