👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
TAPUNG HULU, KAMPAR, LINTASPERS.COM – Aksi unjuk rasa yang digerakkan Gerakan Danau Lancang Bangkit (GERDAP) di depan PT Karisma Wira Kaya Palma (PT KWP), Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, berlangsung damai namun belum menghasilkan kesepakatan. Karena belum ada tanggapan yang memenuhi harapan, massa memutuskan tetap bertahan dan bermalam di lokasi sebagai bentuk perjuangan aspirasi warga, Senin (20/7/2026).
Aksi dipimpin langsung oleh Ketua Karang Taruna Desa Danau Lancang, Muhamad Fharul, bersama Ketua LPM Desa Danau Lancang, Rendi Amanda R., S.Sos. Dalam orasinya, massa menyampaikan tuntutan utama yang menyangkut keadilan hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar:
1. Pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang nyata dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga;
2. Prioritas perekrutan tenaga kerja lokal dari Desa Danau Lancang;
3. Realisasi kemitraan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sebesar 20 persen bagi warga setempat.
Koordinator aksi menegaskan, tuntutan ini bertujuan agar keberadaan perusahaan membawa dampak yang adil, transparan, dan saling menguntungkan, bukan hanya menguntungkan satu pihak saja.
Sepanjang kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan secara humanis oleh personel Polsek Tapung Hulu yang dipimpin langsung Kapolsek Iptu Riko Rizki Masri, S.H., M.H., didukung Babinsa Desa Danau Lancang, guna memastikan hak menyampaikan pendapat tetap terjaga tanpa mengganggu ketertiban umum.
Hingga malam tiba, belum tercapai kesepakatan maupun jawaban yang dapat diterima oleh massa. Oleh karena itu, peserta aksi memilih tetap bermalam di halaman depan perusahaan sebagai tekanan moral agar tuntutan segera mendapat perhatian serius dari manajemen PT KWP.
Warga berharap pihak perusahaan segera membuka ruang dialog yang konstruktif bersama perangkat desa dan pihak terkait, guna mencari jalan keluar yang adil dan disepakati bersama melalui musyawarah.
Sumber: Insan Pers
Laporan: Lintaspers.com