👉 Ruang Layanan Konsultasi:
📥 Pasang Iklan Produk & Usaha
📥 Informasi Masyarakat
📥 Laporan Kejadian & Peristiwa
💳 Pembayaran Resmi Pasang Iklan:
Bank Mandiri
No. Rek: 1080024477219
a.n. March Guspati Zhiduhu
👉 KLIK DI SINI UNTUK HUBUNGI REDAKSI:
☎️ 0852474499919
KAMPAR. LINTASPERS.COM – Semangat perlawanan terhadap narkotika semakin mengakar dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat, terlihat dari diselenggarakannya kegiatan penilaian lomba Kampung Tangguh Anti Narkoba yang berlangsung di Aula Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, pada hari Rabu, 24 Juni 2026, mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB.

Kegiatan yang digelar dalam rangka perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata dari kerja sama yang erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat gerakan pencegahan dan penolakan narkotika di tingkat desa.
Kegiatan penilaian ini dipimpin langsung oleh Perintah Sementara Kepala Bagian Pembinaan dan Pengawasan Reserse Narkoba Polda Riau, AKBP Edi Munawar, Amd., S.H., M.H., yang didampingi oleh para ahli dari jajaran Reserse Narkoba Polda Riau dan seluruh personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar. Kehadiran juga disambut oleh Camat Salo, Kepala Desa Sipungguk, serta seluruh unsur masyarakat yang terlibat aktif dalam program Kampung Tangguh Anti Narkoba, mulai dari tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan, hingga anggota Satuan Tugas Anti Narkoba Desa Sipungguk.
Kasat Resnarkoba Polres Kampar, AKP Markus T. Sinaga, menjelaskan bahwa kegiatan penilaian yang berlangsung saat ini merupakan puncak dari perjuangan panjang yang telah ditempuh oleh Desa Sipungguk dalam membangun lingkungan yang bebas dari pengaruh narkotika. Ia menegaskan bahwa dukungan penuh dari pihak kepolisian telah diberikan sejak awal program ini diluncurkan, sebagai bentuk peran serta institusi kepolisian dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.
“Sebagai bagian dari Satresnarkoba Polres Kampar, tugas kita tidak hanya berhenti pada penindakan terhadap pelaku kejahatan narkotika, tetapi juga aktif melaksanakan berbagai program pencegahan yang bersifat preventif. Hal ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang menekankan pada pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar AKP Markus T. Sinaga.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa sejak dimulainya pembentukan program Kampung Tangguh Anti Narkoba, pihaknya telah memberikan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan kepada warga desa. Mulai dari penyusunan struktur organisasi yang jelas, pelaksanaan sosialisasi tentang bahaya dan dampak buruk narkotika bagi individu, keluarga, dan masyarakat, hingga pembentukan Satgas Anti Narkoba yang seluruh anggotanya merupakan warga setempat. Berbagai upaya ini dilakukan agar program tidak hanya berjalan sementara, tetapi dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai, AKBP Edi Munawar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan peran aktif yang ditunjukkan oleh seluruh pihak, khususnya Satresnarkoba Polres Kampar dan masyarakat Desa Sipungguk. Ia menilai bahwa program anti narkoba yang berbasis partisipasi masyarakat seperti ini merupakan contoh terbaik dari sinergi yang terjalin antara kepolisian dan rakyat dalam menciptakan perubahan positif.
“Kami melihat dengan saksama setiap langkah yang telah ditempuh. Penilaian yang kami lakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari keberadaan struktur organisasi, pelaksanaan program kerja, tingkat partisipasi masyarakat, hingga dampak yang dirasakan secara langsung oleh warga. Kami berharap program ini tidak hanya berjalan dengan baik di sini, tetapi dapat menjadi model dan teladan yang dapat ditiru oleh desa-desa lain di seluruh Provinsi Riau,” kata AKBP Edi Munawar.
Berbagai tokoh pemerintahan dan masyarakat juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap keberhasilan yang telah dicapai. Camat Salo, Sofiandi, S.E., M.E., menegaskan bahwa dukungan dari pihak kepolisian menjadi kunci utama keberhasilan program ini. “Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pembinaan yang diberikan. Kehadiran tim penilai dari Polda Riau menjadi bukti bahwa upaya kita diakui dan dihargai, dan ini akan menjadi semangat baru bagi kami untuk terus menjaga lingkungan desa kami tetap bersih dari narkotika,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Sipungguk, Mawardi, yang mengakui bahwa tanpa kerja sama dan dukungan dari Satresnarkoba Polres Kampar, program ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. “Kami telah belajar banyak hal tentang cara-cara pencegahan dan penanganan masalah narkotika, serta bagaimana membangun kesadaran bersama di antara warga. Semua ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk menjaga keutuhan dan keamanan lingkungan desa,” jelasnya.
Selama proses penilaian berlangsung, tim penilai melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan dokumen dan laporan program, wawancara dengan pengurus dan warga masyarakat, hingga kunjungan langsung ke titik-titik penting di desa untuk melihat secara langsung implementasi program yang telah dilaksanakan. Menurut KBO Satresnarkoba Polres Kampar, IPTU Syelfa Endri, S.H., M.H., keberhasilan program ini tidak terlepas dari pendekatan yang komprehensif, yang menggabungkan upaya pencegahan, pengawasan, dan pendampingan bagi kelompok yang berisiko.
“Kerja sama dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam setiap langkah yang kita ambil. Karena tanpa dukungan dan keterlibatan aktif warga, tidak ada program yang dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal. Kami berusaha memberikan pembekalan dan pelatihan agar warga memiliki kemampuan untuk mendeteksi, mencegah, dan menangani berbagai masalah yang mungkin timbul terkait dengan narkotika,” tambahnya.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa hasil penilaian akan segera diumumkan sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kasat Resnarkoba Polres Kampar menegaskan bahwa dukungan dan pembinaan terhadap Desa Sipungguk tidak akan berhenti setelah kegiatan ini selesai. “Kami akan terus mendukung dan membimbing agar program Kampung Tangguh Anti Narkoba ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Semangat perlawanan yang ditunjukkan oleh masyarakat Desa Sipungguk membuktikan bahwa perubahan dapat tercapai jika kita bekerja bersama-sama, dengan kepolisian dan rakyat berjalan seiring dalam melindungi generasi bangsa dari bahaya narkotika,” pungkasnya.
Kegiatan penilaian berakhir pada pukul 15.00 WIB dengan suasana yang lancar, aman, dan penuh keakraban. Semua pihak berharap bahwa upaya bersama dalam membangun lingkungan yang bebas dari narkotika ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi seluruh wilayah di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau.